Sejarah Pengadilan
SURAT EDARAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR : 10 TAHUN 2019 TENTANG HIMBAUAN PENCEGAHAN GRATIFIKASI KLIK DISINI

Sejarah Pengadilan

25 Mei

SEJARAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANYUMAS

Sejarah Pengadilan

Pengadilan Negeri Banyumas sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda yang saat itu bernama "Kantor Landraad" dan pertama kali berkantor di bekas gedung Karesidenan Banyumas.Gedung ini terletak di desa Kejawar, Kecamatan Banyumas, yang sekarang ini digunakan untuk gedung sekolah SMK Negeri Banyumas, dan saat itu wilayah Kecamatan Banyumas masih jadi Kabupaten.

Pada zaman Jepang kantor Landraad masih menempati gedung di Jl. Pengadilan hingga Indonesia mencapai Kemerdekaan. Setelah Indenesia merdeka, kantor Landraad diganti menjadi kantor Pengadilan Negeri.

Selanjutnya pada tahun 1980 kantor Pengadilan Negeri Banyumas pindah ke gedung baru yang dibangun dengan DIP NO.65/XIII/1980 tanggal 12 Maret 1980 dan gedung baru tersebut terletak di Jl. Pramuka  No. 9, Desa Sudagaran, Kecamatan Banyumas hingga sekarang ini.

         Adapun ketua yang pernah menjabat di Pengadilan Negeri Banyumas adalah sebagai berikut:        

1. Mr. Iman Hoed Koesmara Koesrin. dari tahun 1939 - 1949

2. R. Salatun. dari tahun 1949 - 1950

3. Mr. Soedirman Gandasubrata. dari tahun 1950 - 1960

4. HR. Purwoto S. Gandasubrata. dari tahun 1960 - 1964

5. Sukatri Darmabrata, SH. dari tahun 1964 - 1968

6. Soekirno, SH. dari tahun 1968 - 1973

7. Iskandar Joenaini, SH. dari tahun 1973 - 1976

8. R. Soeharto Wongsodiredjo,SH. dari tahun 1976 - 1983

9. Tuty Samoertie Soegiono, SH. dari tahun 1983 - 1988

10. H. Wartawan, SH. dari tahun 1988 - 1991

11. Djoeminah, SH. dari tahun 1991 - 1993

12. Adjitra Saragih Simarmata, SH. dari tahun 1993 - 1995

13. Asral Hasan,SH. dari tahun 1995 - 1998

14. Yadi, SH. dari tahun 1998 - 1999

15. Hanoch Tothmaran, SH, M.Div. dari tahun 1999 - 2004

16. Bambang Haruji,SH. dari tahun 2004 - 2007

17. Irdalinda, SH, MH. dari tahun 2007 - 2008

18. Railam Silalahi, SH. dari tahun 2008 - 2009   

19. Siti Suryati, SH MH dari tahun 2009 - 2010

20. Harry Suptanto, S.H. dari tahun 2010 - 2011

21. Halomoan E F Sihaloho, S.H., M.H. dari tahun 2011 - 2013

22. Sukri Sulumin, S.H., M.H. dari tahun 2013 - 2016

23. Yunto Safarillo Hamonangan Tampubolon, S.H., M.H. dari tahun 2016 - 2017

24. Sunarti, S.H. dari tahun 2017 - 2019

25. Abdullah Mahrus, S.H., M.H. 2019 - sekarang.  

PENDUDUK     

Jumlah penduduk di 11 Kecamatan yang masuk ke dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas berdasarkan catatan dari Kantor Statistik Kabupaten Banyumas, keadaan per tahun 2018 adalah sebagai berikut:

Jumlah Penduduk

1. Kecamatan Sumbang     : 42.160 orang laki-laki dan 41.889 orang perempuan

2. Kecamatan Kembaran    : 41.730 orang laki-laki dan 41.532 orang perempuan

3. Kecamatan Sokaraja      : 43.244 orang laki-laki dan 43.487 orang perempuan

4. Kecamatan Kalibagor     : 24.722 orang laki-laki dan 24.330 orang perempuan

5. Kecamatan Patikraja      : 27.518 orang laki-laki dan 27.562 orang perempuan

6. Kecamatan Banyumas    : 23.347 orang laki-laki dan 23.512 orang perempuan

7. Kecamatan Somagede    : 16.609 orang laki-laki dan 16.974 orang perempuan

8. Kecamatan Kebasen       : 29.400 orang laki-laki dan 29.032 orang perempuan

9. Kecamatan Kemranjen   : 33.421 orang laki-laki dan 33.262 orang perempuan

10. Kecamatan Sumpiuh    : 25.965 orang laki-laki dan 25.820 orang perempuan

11. Kecamatan Tambak     : 21.606 orang laki-laki dan 21.447 orang perempuan

    Total :

    329.722 orang laki-laki

    328.847 orang perempuan 

acff0266d8790b6853f11ca6045a0231Jumlah Sekolah1

Golongan :

Golonganpenduduk di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas terdiri dari golongan-golongan :

* WNI pribumi dan keturunan asing

* WNA Cina dan Arab

Agama:

Kehidupan beragama di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, demikian pula kehidupan dan kerukunan umat bergama saling menghormati dalam keharmonisan dan semangat kebersamaan. Adapun agama yang dianut oleh penduduk di daerah hukum Pengadilan Banyumas terdiri dari agama Islam,agama Kristen Protestan/Katholik,agama Hindu dan agama Budha.

Mata Pencaharian:

Sebagian basar penduduk di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Selain itu juga yang bermata pencaharian dari sektor perdagangan, dari sektor industri kecil serta sebagian lagi sebagai PNS/TNI/Polri.

PEREKONOMIAN :

Perekonomian penduduk di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas sebagian besar dari sektor pertanian yang mencapai hampir 80% dan sebagian lagi di sektor perkebunan juga sektor perdagangan serta industri kecil. Untuk menunjang sektor pertanian telah dibangun bendungan sungai Serayu untuk irigasi pertanian. Bendungan tersebut terletak di desa Gambarsari, Kecamatan Kebasen.

PENDIDIKAN :

Pendidikan yang ada di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas terdiri dari :

BAHASA:  

Bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas dalam pergaulan sehari-hari adalah bahasa Jawa dialek Banyumas. Sedangkan bahasa yang dipergunakan di kantor-kantor dan sekolah adalah Bahasa Indonesia dan adakalanya dicampur dengan bahasa daerah Banyumas.

LALU LINTAS DAN PARIWISATA

Lalu Lintas

Alat angkutan (transportasi) yang banyak digunakan di daerah untuk jarak jauh adalah kereta api dan bus antar kota. Untuk angkutan barang dipergunakan kereta api dan truk. Sedangkan untuk transportasi dari desa ke desa maupun dari desa ke pusat kota Purwokerto dan Banyumas adalah menggunakan becak,dokar,sepeda motor dan juga sepeda.

Pariwisata

Objek wisata di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas terdapat Museum Sendang Mas (Museum wayang kulit) yang lokasinya terletak di Duplikat Pendopo Si Panji di Kecamatan Banyumas. Di samping itu juga di Kali Bening dan Kali Salak merupakan objek wisata musiman karena tempat ini dikunjungi dalam waktu-waktu tertentu, yaitu pada bulan Maulud, dimana pada waktu itu di Kali Bening dan Kali Salak diadakan pencucian benda pusaka jaman dahulu yang masih terawat hingga sekarang.

KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA

Kehidupan masyarakat di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas bersifat gotong-royong tolong menolong di antara anggota masyarakat. Hal ini terlihat nyata dalam pekerjaan yang menyangkut pekerjaan-pekerjaan memperbaiki jalan-jalan desa serta membuat rumah tinggal dan perbaikan saluran-saluran air.

Di daerah hukum Pengadilan Negeri Banyumas terdapat banyak kesenian-kesenian dan kebudayaan, diantaranya:

1. Wayang Kulit              5. Jemblung

2. Karawitan                   6. Ketoprak  

3. Lengger                     7. Wayang orang

4. Kuda Kepang              8. Orkes Keroncong.